Jumat, 29 Juli 2011

ARTI SIMBOL SEGITIGA DAN ANGKA PADA BOTOL

Segitiga dibawah Botol

Kategori Kesehatan , Pendidikan30 Komentar | 5,322 views
Sebenarnya hal ini telah banyak dibahas banyak kalangan pada beberapa waktu lalu, seiring meningkatnya sampah plastik yang terserak disekitar kita. Botol maupun bahan-bahan dari plastik bekas banyak ditemukan disekitar kita.
Bagi manusia awam alias kaumbiasa seperti saya ini bahwa botol-botol plastik tersebut sebenarnya telah diberi kode yang terletak dibagian bawah botol tersebut untuk keperluan keamanan. Dan kode dan simbol berbentuk segitiga yang ada di bawah botol plastik tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta dampak pemakaiannya.
Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut: 1. Berada atau terletak di bagian bawah 2. Berbentuk segitiga 3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka 4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga
1. PETE atau PET. Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. BOTOL JENIS PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
2. HDPE. pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 ditengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3. PVC atau V. Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE. Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP. Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6. PS. Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7. OTHER. Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu : 1. SAN – styrene acrylonitrile, 2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene, 3. PC – polycarbonate, 4. Nylon Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC – atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Itulah sedikit mengenai ’segitiga’ yang ada dibawah botol plastik, bukan ’segitiga’ yang ada dibawah perut. Ingat sekali lagi mengenai ’segitiga’ yang ada dibawah botol plastik, bukan ’segitiga’ yang ada dibawah perut ya…. (rofl)
Melihat semua itu maka kita harus mulai waspada dan bijaksana dalam menggunakan bahan-bahan plastik khususnya yang berkode 1, 3, 6, dan 7 (PC).
Kata Kunci :  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  , 

Jumat, 22 Juli 2011

Air Sungai Kalsel di 5 Kabupaten Berkualitas Buruk

Air Sungai di 5 Kabupaten Berkualitas Buruk
Banjarmasinpost.co.id - Rabu, 20 Juli 2011 | 09:16 Wita | Dibaca 144 kali | Komentar (1)
example2web
ilustrasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Kualitas air di beberapa daerah aliran sungai di Kalsel mengkhawatirkan. Bahkan ada yang tergolong buruk.
  
Itu didapat setelah Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel meneliti 15 sungai pada Juni 2011. "Beberapa sungai sudah tercemar logam berat seperti air raksa (Hg), zat besi (Fe) dan seng (Zn)," ujar Kepala BLHD Kalsel, Rahmadi Kurdi, Senin (18/7).
  
Bahkan, menurut Rahmadi, ada yang melebihi batas alat ukur yang biasa mereka gunakan. Soalnya saat diperiksa dengan alat ukur yang memiliki batas 1.600 milimeter ternyata jarumnya berada di titik paling atas. "Jadi ada kemungkinan naik lagi. Kami mengira pencemarannya sudah mencapai angka 2.200 milimeter," jelasnya.
  
Namun secara keseluruhan, pencemaran logam berat di 15 sungai besar di Kalsel di atas baku mutu. Untuk zat besi dan seng terdapat di seluruh sungai. Terlebih sungai di Desa Wayau, Kabupaten Tabalong dan Desa Simpang Tiga, Kabupaten Balangan. Demikian pula air yang ada di Jembatan Pengambangan di Sungai Martapura.
  
"Ambang batas untuk zat besi adalah 0,3 miligram per liter. Sedangkan untuk seng adalah 0,05 miligram per liter. Daerah-daerah itu rata-rata sudah melebihi batas itu. Bahkan di daerah Jembatan Masta, kandungan zat besinya mencapai 3,207 miligram per liter," jelasnya.
  
Melihat hal itu, Rahmadi mengatakan air di sungai tersebut tak layak dikonsumsi. Kendati tidak secara langsung, jika dikonsumsi dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti saraf motorik, ginjal dan liver.
  
Disinggung penyebab pencemaran, Rahmadi memperkirakan berasal dari pertambangan seperti emas dan batu bara. "kandungan raksa akibat pertambangan emas," tegasnya.
  
Hal serupa disampaikan Manager Kampanye Walhi Kalsel, Dwitho Frasetyandi. "Jika dibiarkan, bisa jadi apa yang terjadi pada masyarakat Pantai Buyat akibat pertambangan PT Newmont terjadi di Kalsel," ujarnya.
  
Terkait hal ini, gubernur Kalimantan Selatan mempersiapkan peraturan penggunaan kawasan sempadan sungai. Ini terkait banyaknya perusahaan yang menggunakan daerah tersebut. Mereka diindikasikan membuat limbah ke sungai.
  
Kepala Bidang Pengendalian Pemanfaatan Kawasan BLHD Kalsel, Sutikno mengatakan pengaturan tersebut mengacu pada Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009. "Dalam undang-undang tersebut melarang aktivitas ekonomi yang menggunakan batas antara sungai dan daratan," ujarnya. (nic)
 
Pencemaran Sungai

- Kabupaten Tapin
  Desa Lunih (Hg: 0,157) (Fe: 1,268) (Zn:0,065)
  Jembatan Rantau (Hg: 0,151) (Fe: 2,372) (Zn: 0,048)
  Jembatan Masta (Hg: 0,148) (Fe: 3,207) (Zn: 0,038)

- Kabupaten Hulu Sungai Selatan
  Desa Malilingan (Hg: 0,115) (Fe: 0,407) (Zn: 0,038)
  Intake PDAM Muara Banta (Hg: 0,191) (Fe: 0,844) (Zn: 0,056)
  Kelurahan Kandangan, Lokasi 3R (Hg: 0,115) Fe: 1,001) (Zn: 0,060)

- Kabupaten Tabalong
  Desa Wayau (Fe: 2,330) (Zn: 0,064)
  Desa Jangkung (Fe: 2,048) (Zn: 0.051)
  Desa Pugaan (Hg:2,033) (Zn: 0,124)

- Kabupaten Balangan
  Desa Kapul (Hg: 0,025) (Fe: 0,486) (Zn: 0,089)
  Desa Simpang Tiga (Fe: 3,794) (Zn: 0,143)
  Desa Tangga Ulin (Fe: 2,262) (Zn: 0,064)

- Kabupaten Banjar
  Sungai Pinang (Hg: 0,024) (Fe: 0,781) (Zn: 0,138)
  Jembatan Pengambangan (Hg: 0,084) (Fe: 1,542) (Zn: 0,495)
  WTU Jembatan Basirih (Hg: 0,033) (Fe: 2,634) (Zn: 0,066)